Sebuah poster bertajuk “Lelang Pahlawan Rakyat” beredar di tengah masyarakat Kabupaten Pati. Poster yang memuat foto tiga orang tokoh lokal itu disebarkan oleh kelompok yang menamakan diri Aliansi Lelang Barang Langka Pati.
Dalam poster tersebut, dua tokoh digambarkan dengan label “sudah terjual” beserta nominal tertentu, yakni Rp2.000.000 dan Rp125.000.000. Sementara itu, satu tokoh lainnya diberi label “belum terjual.” Di bagian atas poster tercantum latar kantor Bupati Pati dengan gambar tengkorak dan tulisan “Lelang Pahlawan Rakyat”.
Kemunculan poster ini memicu beragam tanggapan di masyarakat. Ada yang menilai poster tersebut merupakan bentuk sindiran terhadap dinamika internal gerakan masyarakat yang belakangan muncul di Pati. Sindiran itu diduga berkaitan dengan tuduhan jual beli kepentingan dalam aksi protes maupun gerakan sosial yang berlangsung.
Meski begitu, hingga kini belum ada penjelasan resmi dari pihak yang disebut dalam poster maupun dari kelompok yang mengedarkannya. Publik masih menanti klarifikasi lebih lanjut mengenai maksud dan tujuan dari aksi visual satiris tersebut.
Fenomena ini menambah warna dalam situasi sosial-politik Pati yang belakangan ramai oleh berbagai aksi dan polemik, khususnya terkait isu kebijakan pemerintah daerah serta gerakan masyarakat sipil.