Mengenal Proses Audio Post Production Dalam Film

 


Oleh : Ahmad Nor Kholis

Berbicara Audio Post Production tentunya akan berkaitan dengan Sound Design yang didefinisikan sebagai seni penciptaan dan penempatan suara yang tepat pada tempat dan saat yang tepatSeorang Sound Designer harus menguasai teori-teori dasar suara dan pengetahuan teknis. Ia dituntut tidak hanya mendesain suara dari suara yang sudah ada, tetapi juga harus bisa menciptakan suara-suara baru yang dapat mendukung skenario dan dapat menjadi karakter sebuah film. Sound Designer harus dapat menciptakan mood dan suasana yang akan dirasakan oleh penonton seperti ketegangan, ketakutan, kegelisahan berdasarkan gagasan yang dituangkan melalui suara dari hasil ide dan imajinasi kreatifnya berdasarkan pengalaman yang dimiliki. Sound Designer dalam pekerjaannya dibantu supervising sound editor, sound editor, dan re-recording mixer, tetapi dia juga bisa turun langsung untuk melakukan pekerjaan seperti melakukan editing suara dan mixing akhir.

Adapun proses yang diperlukan dalam audio post-production dan project audio visual meliputi:

  1. Pro­duction Dialogue Editing
  2. ADR ( Automated Diaolog Replacement )
  3. Sound Effect Editing
  4. Audio Restoration
  5. Foley Artist
  6. Ambience
  7. Music Compositing
  8. Music Editing
  9. Mixing & Mastering 
Setiap proses tersebut dapat dijelaskan sbb: 


Production Dialogue Editing
Bagian dari proses ini melibatkan persiapan danpengeditan audio dari set video dan mendengarkan semua rekaman audio yang ada. Audio produksi berasal dari beberapa sumber seperti mikorofon boom dan wireless microphone yang dipakai oleh pemeran film.



ADR ( Automated Diaolog Replacement )
Setelah keputusan mengenai berapa banyak hasil dari produksi audio yang layak dipakai, ADR bisa dilakukan. Penggantian diaog otomatis akan menggantikan audio apapun yang tidak layak untuk diselamatkan.


Sound Effect Editing
Salah satu faktor utama dalam film dan televisi saat ini adalah efek aduio yang sangat realistis, maka dari itu sound effect editing memerlukan software DAW ( Digital Audio Workstation ) yang mampu mengolah efek suara menjadi lebih realistis. Seperti software yang saya pakai adalah NUENDO 12



Audio Restoration
Audio Restoration adalah proses menghilangkan ketidaksempurnaan (seperti desisan, impuls, kresek, wow dan kepakan, kebisingan).
 
Foley Artist
Foley adalah suatu proses pembuatan audio untuk membuat suara-suara yang ada dalam suatu film jadi lebih detail. Contoh suara langkah kaki, pintu, gesekan kain, atau pukulan pada saat adegan berkelahi. Semua itu didubbing lagi di studio foley dan cukup memakan waktu yang lama.





Ambience 
Ambience adalah suara natural dari objek gambar. Ambience diperoleh dengan merekam suara latar dari set lokasi yang digunakan untuk pengambilan gambar. Ambience biasanya dibuat dalam bentuk suara yang terus-menerus


Music Compositing
Music compostiting adalah orang yang menciptakan hasil karya musik, istilah komponis mengacu kepada orang yang menulis komposisi musik instrumental maupun vokal dalam format solo, duo, trio, kuartet, kuintet, dst. 



Music Editing
Editing ataupun audio editing adalah proses yang dilakukan setelah proses rekaman selesai. Didalam proses editing, hasil audio yang sudah dimainkan dan direkam, akan disempurnakan.



Mixing & Mastering
Mixing adalah salah satu tahapan dimana anda akan menggabungkan atau terciptanya proses balancing pada beberapa track yang ada (multitracks). Mastering bertujuan untuk menyempurnakan hasil mixing yang sebelumnya telah dilakukan lakukan. Sehingga audio tersebut menjadi lebih halus dan enak untuk didengar.

Penulis adalah mahasiswa jurusan KPI Ipmafa
Lebih baru Lebih lama