Pati, Mediapati.com - Himpunan Mahasiswa Prodi Perbankan Syariah Institut Pesantren Mathali'ul Falah (HMPS IPMAFA) menyelenggarakan Webinar Nasional bertema "Fintech Syariah: Solusi Keuangan Modern Untuk Anak Muda", Senin (20/1/2026). Kegiatan yang digelar secara daring ini diikuti oleh peserta dari berbagai daerah, termasuk siswa dari beberapa kabupaten yang turut meramaikan Festival Ekonomi Syariah 2.0.
Kegiatan seminar ini dilaksanakan sebagai ruang edukasi untuk memahami perkembangan ekonomi dan transaksi modern bagi anak-anak mudah, demikian tutur Ketua Panitia Alya Iftihatur Rohmah dalam sambutannya. Ia berharap semangat inovasi dan kreativitas dapat terus tumbuh, khususnya bagi peserta lomba Festival Ekonomi Syariah. Kemudian Khabib Solihin MM, Ketua Program Studi Perbankan Syariah IPMAFA, menjelaskan bahwa kegiatan ini diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Program Studi Perbankan Syariah (HMPS PS). Ini merupakan festival kedua yang berhasil menghadirkan partisipasi dari berbagai siswa di beberapa kabupaten. Harapannya kegiatan semacam ini akan semakin meluas dan diikuti semakin banyak lagi oleh para siswa. Khabib juga memberikan apresiasi kepada peserta lomba Festival Ekonomi Syariah yang telah menghasilkan karya-karya kreatif dan berkualitas, baik dalam bentuk tulisan maupun video.
Dekan Fakultas Syariah Dr. Umdatul Baroroh MA menegaskan dukungan penuh terhadap kegiatan ini. Menurutnya, format daring justru memberikan keuntungan karena dapat diikuti oleh peserta dari berbagai tempat. "Menurutnya literasi fintech sangat penting untuk anak muda agar menjadi pribadi yang dapat memanfaatkan layanan teknologi secara bertanggung jawab, tidak terjebak pada platform-platform yang membahayakan dan merugikan. Dosen yang akrab disapa Ibu Umdah ini menyampaikan bahwa kegiatan sejenis dapat sering diselenggarakan untuk memperkuat wawasan tentang sistem perekonomian syariah.
Umam juga mengangkat dampak negatif dari keuangan modern yang harus diantisipasi, seperti kejahatan finansial, kebocoran data, dan ancaman keamanan siber (cyber security). Ia juga menyoroti fenomena "doom spending" yang dipicu oleh FOMO (Fear of Missing Out) dan YOLO (You Only Live Once).
"Tips cerdas keuangan bagi anak muda adalah harus mempertimbangkan antara needs (kebutuhan) dan wants (keinginan), serta mendahulukan needs, bukan wants yang tidak pernah terpuaskan," tutur Umam.
Isyrokh menjelaskan bahwa fintech syariah terdiri dari dua elemen yang terintegrasi: fintech sebagai pemanfaatan teknologi, dan syariah yang berisi nilai-nilai Islam dalam kegiatan muamalah.
Beberapa isu penting terkait fintech syariah disinggung oleh Isyrokh, seperti kripto halal, AI financial advisor, green investment, wakaf digital, dan crowdfunding. Ia juga mengangkat kasus-kasus yang marak terjadi belakangan ini, seperti judi online dengan iming-iming cepat kaya, investasi bodong, serta kasus penipuan kripto oleh Timothy Ronald yang ramai diperbincangkan.
Membahas fenomena keuangan generasi Z, Isyrokh mengingatkan tentang perilaku FOMO, YOLO, dan bahaya pinjaman online serta judi online (pinjol-judol) yang perlu diwaspadai. FOMO tidak masalah dilakukan jika dalam hal yang positif, seperti jika teman membaca buku maka khawatir ketinggalan wawasan dan akhirnya ikut membaca buku. FOMO yang tidak baik adalah mengikuti gaya hidup yang tidak sesuai kemampuan, berpenampilan seolah-olah kaya padahal tidak sesuai fakta, sehingga merepotkan diri sendiri. Isyrokh juga menyoroti pentingnya perencanaan keuangan dan menabung, yang seringkali terhambat oleh gengsi serta omongan teman atau tetangga. Menurutnya, diperlukan latihan berpikir jangka panjang untuk membangun kebiasaan finansial yang sehat.