Pati, Mediapati.com – Banjir yang melanda berbagai wilayah di Kabupaten Pati masih belum menunjukkan tanda-tanda surut hingga Sabtu (18/1/2026). Genangan air justru terus meninggi akibat intensitas curah hujan yang masih tinggi dalam beberapa hari terakhir.
Salah satu desa yang paling terdampak adalah Desa Bumirejo, Kecamatan Juwana. Banjir telah memaksa puluhan warga mengungsi ke aula kantor desa dan rumah-rumah saudara selama hampir sepekan. Kondisi pengungsi semakin memprihatinkan karena minimnya bantuan yang diterima.
"Sudah lima hari kami di sini, tapi bantuan makanan baru datang dua kali. Itu pun hanya nasi bungkus yang jumlahnya terbatas," keluh salah seorang pengungsi yang enggan disebutkan namanya.
Sementara itu, sebagian warga lain memilih bertahan di rumah masing-masing karena memiliki bangunan berlantai dua. Mereka memanfaatkan lantai atas untuk memindahkan barang-barang berharga guna menghindari kerusakan akibat rendaman air.
Bapak Khoiron, seorang tokoh masyarakat setempat, termasuk yang masih bertahan di rumahnya bersama sang istri, Fatmawati. Padahal, ketinggian air di kediamannya sudah mencapai lebih dari satu meter.
Banjir yang sudah berlangsung lebih dari seminggu ini juga berdampak serius terhadap kondisi ekonomi warga. Aktivitas sehari-hari lumpuh total, dan sebagian besar warga tidak bisa bekerja untuk mencari nafkah.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada kepastian kapan air akan surut. Warga berharap pemerintah daerah dapat segera memberikan bantuan yang lebih memadai dan solusi jangka panjang untuk mengatasi banjir yang kerap melanda wilayah mereka.
