Membangun Desa Dari Desa


Pembangunan desa sekarang cukup banyak difasilitasi dengan adanya dana desa (DD), alokasi dana desa (ADD), bantuan Pempov, dan program bantuan keuangan lain yang beragam. Namun demikian, tidak semua desa mampu membangun dan mengubah statusnya menjadi desa yang maju dan mandiri. Bahkan secara mayoritas, jumlah desa yang tertinggal sampai saat ini (tahun 2022) masih mendominasi di tanah air. Jadi membangun desa tidaklah mudah karena di desa terdapat sejumlah keterbatasan khususnya terkait SDM yang kompeten sekaligus memiliki rasa peduli kepada pembangunan desa. 

Adanya dukungan ekonomi dari pemerintah pusat maupun daerah jika tidak memiliki SDM yang kompeten maka dijamin desa akan stagnan, jalan di tempat, bahkan mengalami kemunduran. Kompeten di sini adalah memiliki wawasan dan kemampuan untuk mengkonsep pembangunan desa sesuai dengan potensinya. Kompetensi ini tentu tidak selalu bergantung pada Kepala Desa saja, tetapi dapat diwujudkan dengan kolaborasi bersama berbagai pihak, khususnya elemen masyarakat desa itu sendiri. Adanya kompetensi ini diharapkan akan melahirkan inovasi dan ide-ide kreatif yang akan diterapkan dalam membangun desa.

SDM Yang Konkrit

Ide kreatif ini tidak bisa dibiarkan mengawang dan hanya mengemuka dalam forum diskusi dan obrolan santai. Gagasan dan ide kreatif harus dapat diwujudkan menjadi sebuah program yang konkrit dan menarik sehingga memiliki manfaat nyata untuk masyarakat. Inilah yang disebut sebagai aksi atau tidakan eksekusi yang membutuhkan sikap keteguhan dan keuletan pribadi. Eksekusi dibutuhkan untuk menguji ide kreatif yang muncul dan apakah ide tersebut dapat diimplementasikan di lapangan atau tidak. Jika sebuah ide hanya mampu diangan-angan dalam pikiran, maka itu namanya IDo (ide doang). Selanjutnya jika ide hanya mampu diobrolkan dalam forum diskusi maka dinamakan OmDo (omong doang). Ide selain harus bisa dikonsep dan dibahas, harus dapat diwujudkan dalam kegiatan yang konkrit di masyarakat.

Program atau kegiatan yang konkrit menunjukkan adanya ide kreatif yang bijaksana karena selain menunjukkan rasa kepedulian kepada desa, dengan aksi nyata dan berkesinambungan maka sebuah program akan berdampak positif terhadap masyarakat. Kegiatan dan program yang dilaksanakan juga harus dikawal secara bertahap dan selalu dievaluasi agar berjalan maksimal. Tidak sedikit program pemerintah yang mangkrak atau berhenti di tengah jalan karena tidak adanya pendampingan yang serius dan kontinu.

Misalnya saja ketika ada ide untuk mengkonsep desa wisata, dimana rumah-rumah warga desa akan dijadikan sebagai homestay untuk para wisatawan menginap sekaligus diberikan paket edukasi reliji bersama tim guidenya. Dalam pelaksanaanya tentu banyak hal yang harus disiapkan dan dikawal di lapangan seperti menyiapkan infrastruktur desa wisata, SDM pengelola, strategi pemasaran, dan hal-hal yang berkaitan. Ide desa wisata adalah ide kreatif, bahkan sangat kreatif. Tetapi hal yang penting lagi adalah bagaimana konkritnya untuk diimplementasikan? Dan apa yang dapat kita sumbangsihkan untuk membantu dan mengawal program tersebut sehingga bermanfaat untuk masyarakat?

SDM Desa Adalah SDM Yang Peduli

Sehebat apapun ide dan konsep yang dibuat, tetapi tanpa mampu dieksekusi di lapangan maka tidak akan mampu dirasakan oleh masyarakat. Kemampun eksekusi ini akan muncul dengan baik jika dilakukan oleh orang yang memiliki rasa kepedulian dengan desa, dan biasanya SDM yang peduli ini muncul dari masyarakat desa itu sendiri. Sebuah desa A akan maju berkembang jika masyarakat desa tersebut mendukung dan SDM di dalamnya juga memiliki rasa peduli untuk membangun desa. Maka tidak heran jika di suatu desa B meski di dalamnya terdapat SDM unggul dari sisi intelektualitas dan eksekusi, tetapi tidak memiliki rasa peduli membangun desa, maka desa tidak dapat berkembang sesuai harapan. Individu-individu unggul tersebut akan berkembang dan maju untuk kepentingan pribadi dan lembaga yang menjadi tempat aktivitas kehidupannya, tanpa memberi dampak apa-apa kepada desa dan masyarakat.

Maka idealnya, membangun desa harus dimulai oleh masyarakat desa itu sendiri. SDM desa adalah kunci kemajuan desa dengan didukung oleh kebijakan pemerintah pusat maupun daerah. SDM desa adalah SDM yang memajukan desa secara konsisten dalam jangka panjang. Memang dibutuhkan SDM luar desa dalam kapasitasnya sebagai mentor untuk memberikan brainstorming dan pembekalan. Tetapi meraka tidak akan mampu mengawal kemajuan desa secara bertahap dan berkesinambungan.

Lebih baru Lebih lama