Pati, Mediapati.com - Dalam rangka peringatan hari santri 2025, Pengurus Anak Cabang (PAC) Nahdlatul Ulama Tayu Pati menyelenggarakan beberapa rangkaian kegiatan yang sangat menarik, salah satunya adalah terkait penguatan AI untuk para pelajar di wilayah kecamatan Tayu (25/10/2025).
Kegiatan diikuti oleh sejumlah siswa dari berbagai lembaga pendidikan setingkat SMA atau MA di Kecamatan Tayu Pati. Sebagai narasumber adalah Isyrokh Fuaidi, seorang akademisi dari kampus IPMAFA Pati sekaligus aktivis sosial yang banyak berkecimpung dalam penerapan teknologi digital untuk desa dan lembaga pendidikan.
Beberapa poin penting disampaikan Isyrokh kepada siswa terkait wawasan dan skill AI yang sangat dibutuhkan hari ini. Menurutnya AI bukan hanya soal untuk hiburan dan sensasi agar terlihat keren, tetapi yang lebih penting adalah bagaimana memanfaatkannya untuk kebutuhan kehidupan dalam dapat menyelesaikan dihadapi masyarakat sehari-hari di tengah banyak persaingan di banyak bidang khususnya di aspek ekonomi.
Peserta diajakn simulasi salah satu aspek penting dalam memahami AI yaitu wawasan computational thinking yang terdiri dari dekomposisi, skill abstraksi, algoritma, dan pengenalan pola. Mereka diajak untuk simulasi algorithmic game bahwa dalam suatu projek yang baik hanya dapat dilakukan dengan kerjasama tim (teamwork), terbangunnya komunikasi dan interaksi dan kejelasan instruksi.
Isyrokh juga menekankan bahwa menurut World Economic Forum, Analytical Thinking menjadi skill paling dibutuhkan oleh perusahaan di tahun 2025, dengan 70% menyatakan ini sebagai keterampilan inti terpenting. Berpikir analitis artinya dapat menganalisis data, mengidentifikasi akar masalah, dan merancang solusi yang tepat sehingga sangat dibutuhkan sesuai bidang yang digeluti sehingga seorang akan mampu menyelesaikan masalah (problem solving), meningkatkan kinerja, dan dapat cepat dalam pengambilan keputusan.
Dalam menggunakan AI saat ini, salah satu skill yang harus dimiliki adalah terkait penulisan prompt atau penulisan perintah. Menggunakan AI bukan hanya tentang bertanya, tapi tentang cara memerintah dengan cerdas. Salah satu tipsnya adalah dengan menerapkan CREATE (character, request, exmpales, adjustments, type of output, extras) atau STAR (situation, task, action, result).
Selanjutnya, Isyrokh menjelaskan tentang cara kerja AI dalam memproses sebuah data yang melalui 3 tahapan secara garis besar yaitu Input - Process - Output atau disingkat IPO. Dalam input, AI menerima data dalam bentuk teks, gambar, suara, dokumen, atau sensor. Kemudian Process, AI menganalisis data menggunakan algoritma dalam pemelajaran mesinnya (Machine Learning), dan terakhir AI memberikan respon dalam bentuk teks, suara, gambar, atau tindakan otomatis.
Meski banyak manfaat dan memudahkan kehidupan manusia, AI harus diwaspadai karena memiliki beberapa dampak negatif. AI dapat Melemahkan kreativitas dan berfikir kritis, menciptkaan ketergantungan, bias data bias atau hasil AI sulit untuk dipertanggung jawabkan, menjadikan manusia yang tidak manusiawi karena semua serba AI, dan juga rentan pelanggaran etika.

