Pati Dikepung Banjir: Puluhan Desa Terendam, Akses Jalan Terganggu


PATI
– Intensitas hujan tinggi yang mengguyur wilayah Kabupaten Pati sejak Jumat malam (9/1) hingga Minggu  (11/1/2026) pagi menyebabkan banjir meluas secara drastis. Jika sebelumnya hanya melanda wilayah pinggiran, kini banjir mulai merambah kawasan perkotaan dan melumpuhkan aktivitas warga serta jalur transportasi utama.

Data terbaru mencatat banjir telah merendam sedikitnya 59 desa yang tersebar di 15 kecamatan di Kabupaten Pati, tak terkecuali di kawasan perkotaan. Di jalur Pantura: Arus lalu lintas di jalur Pantura Kudus-Pati mengalami kepadatan parah (macet) akibat genangan air setinggi 20-40 cm. Banyak kendaraan roda dua dilaporkan mogok saat mencoba menerjang banjir.

Kecamatan Margoyoso tepatnya di Desa Bulumanis Kidul menjadi salah satu lokasi terdampak paling parah akibat jebolnya tanggul Sungai Suwatu sepanjang 20 meter. Ratusan rumah terendam lumpur, belasan rumah rusak berat, dan banyak perabotan warga hanyut.

Selain itu di Pati Selatan Kecamatan Tambakromo & Winong, luapan Sungai Godo juga memicu banjir bandang dengan ketinggian air mencapai kurang lebih 1 meter di pemukiman. Sejumlah akses jalan penghubung antar desa terputus total. Selain banjir, bencana tanah longsor dilaporkan terjadi di wilayah Tlogowungu, Gembong, dan Gunungwungkal, yang mengakibatkan akses jalan tertutup material tanah dan jembatan penghubung ambruk.

Selain curah hujan yang ekstrem, kondisi Pegunungan Kendeng yang gundul disoroti sebagai pemicu utama cepatnya air turun ke pemukiman (banjir bandang). Minimnya resapan di wilayah hulu membuat sungai-sungai seperti Sungai Godo dan Sungai Suwatu tidak mampu menampung debit air kiriman

Himbauan: Bagi warga yang tinggal di sepanjang bantaran sungai dan wilayah terdampak, diharapkan tetap waspada terhadap banjir susulan mengingat prakiraan cuaca menunjukkan potensi hujan lebat masih akan terjadi dalam beberapa hari ke depan.

Lebih baru Lebih lama