Polling Ketum PBNU: KH Imam Jazuli Unggul Sementara Jelang Muktamar NU di Tambakberas Jombang


Mediapati.com – Menjelang pelaksanaan Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) di Tambakberas, perhatian warga nahdliyin terhadap bursa calon Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) semakin meningkat. Salah satunya terlihat dari hasil jajak pendapat (polling) yang diselenggarakan melalui situs PollingKita.com.


Berdasarkan tangkapan layar polling tersebut pada Sabtu (25/07/2026)), terkumpul 11.304 suara, KH Imam Jazuli memimpin perolehan suara dengan 4.964 suara atau sekitar 43,9 persen. Posisi kedua ditempati KH Abd Ghaffar Rozin dengan 1.910 suara (16,9 persen), disusul KH Yusuf Chudlori dengan 1.408 suara (12,5 persen).

Sementara itu, kandidat lainnya memperoleh suara sebagai berikut:

  • KH Nasaruddin Umar: 1.273 suara (11,3 persen).
  • KH Abd Hakim Mahfudz: 702 suara (6,2 persen).
  • KH Abdussalam Shohib: 581 suara (5,1 persen).
  • KH Yahya Cholil Staquf: 285 suara (2,5 persen).
  • KH Zulfa Mustofa: 181 suara (1,6 persen).

Perlu dicatat bahwa hasil polling ini merupakan jajak pendapat daring yang bersifat partisipatif dan tidak dapat dijadikan sebagai hasil resmi atau representasi suara peserta Muktamar NU. Polling tersebut hanya menggambarkan preferensi para pengguna internet yang berpartisipasi pada saat pengambilan data. Terlebih lagi dalam website polling tersebut terdapat 10 polling yang memiliki kesamaan tema dan tujuan yakni untuk menjaring suara sementara terkait siapa kandidat terkait untuk menduduki kursi Ketum PBNU 2026.


Meski demikian, hasil sementara ini menunjukkan tingginya antusiasme masyarakat dalam mengikuti dinamika pemilihan Ketua Umum PBNU. Siapa yang nantinya akan memimpin organisasi Islam terbesar di Indonesia itu tetap akan ditentukan melalui mekanisme resmi Muktamar oleh para peserta yang memiliki hak suara.

Dengan masih terbukanya peluang perubahan hingga pelaksanaan Muktamar, peta dukungan terhadap para kandidat diperkirakan masih akan terus berkembang seiring dinamika dan komunikasi yang berlangsung di kalangan warga Nahdlatul Ulama.

Lebih baru Lebih lama